May 7, 2026
kuliah umum

KULIAH UMUM

Mindful Money: Seni Mengola Keuangan dengan Kesadaran

 

Kegiatan

Kuliah Umum:

Mindful Money: Seni Mengola Keuangan dengan Kesadaran

Latar Belakang

     Perkembangan ekonomi modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, kemudahan akses layanan keuangan, serta meningkatnya gaya hidup konsumtif telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku keuangan masyarakat, khususnya generasi muda (Saren, 2025). Di satu sisi, kemajuan ini membuka peluang inklusi keuangan yang lebih luas, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru berupa rendahnya kesadaran dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan (Resti Agustini et al., 2024).

     Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,43%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 75,02% (Indah et al., 2025). Data ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat akses terhadap layanan keuangan dengan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan tersebut. Artinya, meskipun masyarakat telah banyak menggunakan produk keuangan seperti tabungan, pinjaman, maupun investasi, tidak semuanya diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik.

     Kesenjangan ini menjadi perhatian serius, terutama pada kelompok usia produktif seperti mahasiswa dan generasi muda. Kelompok usia 18–25 tahun memiliki tingkat literasi keuangan sekitar 70,19%, yang meskipun tergolong cukup tinggi, masih belum optimal dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat (Rahma & Susanti, 2022). Bahkan, kelompok pelajar dan mahasiswa termasuk dalam kategori dengan tingkat literasi relatif lebih rendah dibandingkan kelompok pekerja profesional. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak individu muda yang telah terpapar produk keuangan, namun belum memiliki kesadaran penuh dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

     Fenomena lain yang mengemuka adalah meningkatnya perilaku konsumtif yang dipicu oleh kemudahan akses teknologi finansial (fintech), seperti layanan paylater, pinjaman online, dan e-wallet (Nurjanah et al., 2024). Kemudahan ini sering kali mendorong individu untuk melakukan konsumsi tanpa perencanaan yang matang, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan seperti utang berlebih dan ketidakstabilan finansial (Gusti, 2024). Penelitian juga menunjukkan bahwa kemudahan akses keuangan digital dapat meningkatkan risiko masyarakat terjebak dalam masalah utang apabila tidak diimbangi dengan literasi dan kesadaran finansial yang memadai (Suleiman, 2026).

     Selain itu, faktor psikologis dan perilaku juga memainkan peran penting dalam pengelolaan keuangan. Banyak individu yang mengambil keputusan finansial secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran diri (mindfulness) dalam setiap keputusan finansial. Konsep mindful money menjadi relevan sebagai pendekatan yang menekankan kesadaran, kontrol diri, serta nilai-nilai dalam penggunaan uang, sehingga individu dapat mengelola keuangan secara lebih bijak dan berkelanjutan.

     Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi keuangan yang sehat di masyarakat. Namun, tanpa pembekalan yang memadai, mahasiswa justru rentan terhadap perilaku keuangan yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan finansial, tetapi juga membangun kesadaran dan sikap bijak dalam mengelola keuangan.

     Kuliah umum dengan tema “Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran” menjadi salah satu bentuk intervensi edukatif yang relevan dan kontekstual untuk menjawab tantangan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya kesadaran dalam pengelolaan keuangan, membentuk pola pikir finansial yang sehat, serta mendorong mahasiswa untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih rasional dan bertanggung jawab.

     Dengan mengintegrasikan aspek literasi keuangan dan kesadaran diri, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada “bagaimana mengelola uang”, tetapi juga “bagaimana memahami hubungan individu dengan uang”. Hal ini menjadi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki keseimbangan dalam kehidupan ekonomi dan kesejahteraan psikologis.

       Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan saja tidak cukup tanpa diiringi dengan kesadaran dalam pengambilan keputusan finansial. Oleh karena itu, kegiatan kuliah umum ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak, sadar, dan berkelanjutan.

Tujuan Kegiatan

Secara Umum dari kegiatan ini adalah:

     Kegiatan kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, terencana, dan berbasis pada kesadaran diri (mindfulness) dalam menghadapi dinamika ekonomi modern.

Secara Khusus dari kegiatan ini adalah;

  1. Meningkatkan literasi keuangan mahasiswa
    Memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan, termasuk perencanaan anggaran, pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, serta pengenalan terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.
  2. Menumbuhkan kesadaran finansial (financial awareness)
    Mendorong mahasiswa untuk lebih sadar terhadap perilaku keuangan pribadi, termasuk pola konsumsi, kebiasaan menabung, serta dampak dari keputusan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Mengenalkan konsep mindful money
    Mengedukasi peserta mengenai pentingnya mengelola keuangan dengan pendekatan kesadaran, yaitu dengan mempertimbangkan nilai, kebutuhan, dan tujuan hidup dalam setiap keputusan penggunaan uang.
  4. Membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab
    Membantu mahasiswa mengembangkan kebiasaan finansial yang positif, seperti disiplin dalam mengatur keuangan, menghindari perilaku konsumtif, serta bijak dalam memanfaatkan fasilitas keuangan digital.
  5. Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan finansial
    Melatih mahasiswa agar mampu mengambil keputusan keuangan secara rasional, terukur, dan tidak impulsif, terutama dalam menghadapi berbagai tawaran produk keuangan yang semakin beragam.
  6. Mendorong kesiapan finansial di masa depan
    Membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kondisi keuangan yang stabil dan berkelanjutan di masa depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

 

Indikator Ketercapaian

Setelah mengikuti kegiatan kuliah umum dengan tema “Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran”, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar literasi keuangan
  2. Menjelaskan konsep mindful money
  3. Mengidentifikasi pola perilaku keuangan pribadi
  4. Menyusun rencana keuangan sederhana
  5. Mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak
  6. Memanfaatkan layanan keuangan secara tepat
  7. Menunjukkan perubahan sikap terhadap pengelolaan keuangan

 

Manfaat Kegiatan

Bagi mahasiswa

  1. Meningkatkan pemahaman keuangan pribadi
    Mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai cara mengelola keuangan secara efektif dan terencana.
  2. Membentuk kesadaran finansial sejak dini
    Mahasiswa lebih sadar terhadap pentingnya mengelola uang dengan bijak, sehingga dapat menghindari perilaku konsumtif dan impulsif.
  3. Mengembangkan keterampilan hidup (life skills)
    Kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari maupun setelah memasuki dunia kerja.
  4. Mendorong kemandirian finansial
    Mahasiswa lebih siap dalam merencanakan masa depan keuangan, termasuk menabung, berinvestasi, dan mengelola risiko finansial.
  5. Meningkatkan kesejahteraan psikologis
    Pengelolaan keuangan yang baik dapat mengurangi stres terkait masalah finansial dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Bagi Perguruan tinggi

  1. Mendukung penguatan kompetensi mahasiswa,
    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan soft skills mahasiswa, khususnya dalam literasi dan manajemen keuangan.
  2. Meningkatkan kualitas lulusan
    Lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan dalam aspek pengelolaan keuangan pribadi.
  3. Mendorong budaya literasi keuangan di lingkungan kampus
    Perguruan tinggi berperan aktif dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perilaku keuangan yang sehat.
  4. Memperluas jejaring dan kolaborasi
    Kegiatan ini membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, praktisi, maupun institusi lainnya.
  5. Meningkatkan citra institusi
    Perguruan tinggi dinilai responsif terhadap isu aktual dan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.

 

Mitra Kerjasama

  1. Mitra dapat menyampaikan informasi terkait literasi keuangan, produk, maupun layanan yang relevan kepada mahasiswa sebagai media edukasi dan sosialisasi.
  2. Keterlibatan dalam kegiatan edukatif meningkatkan citra positif mitra sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan generasi muda.
  3. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kerja sama jangka panjang dalam bidang pendidikan, pelatihan, maupun pengabdian masyarakat.
  4. Mitra turut berperan dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

 

Waktu dan Tempat

Hari : Selasa
Tanggal : 12 Mei 2026
Waktu : 09:00 – 11:00
Tempat : Main Hall Lantai 1 STIAB jinarakkhita Lampung
Pembicara : Tio Subandi
Tema : Mindful Money: Seni Mengola Keuangan dengan Kesadaran

 

Susunan Acara

SUSUNAN KULIAH UMUM

Mindful Money : Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran

Selasa, 12 Mei 2026 | Hall Lantai 1 STIAB Jinarakkhita Lampung

Waktu (WIB) Durasi Kegiatan Penanggung Jawab / Keterangan
10.16 – 10.21 (5 menit) Pembukaan MC: Tria Mudita
10.21 – 10.31 (10 menit) Sambutan Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, STIAB Jinarakkhita Lampung Dr. Susanto, M.Pd.
10.31 – 10.36 (5 menit) Perkenalan Narasumber Moderator:

Dr. Hendri Ardianto, M.Pd., M.M

10.36 – 11.06 (30 menit) Sesi Utama (Kuliah Umum) Narasumber:

Tio Subandi

11.06 – 11.21 (15 menit) Sesi Tanya Jawab Moderator & Peserta
11.21 – 11.26 (5 menit) Penyerahan Plakat dan Sertifikat Ketua STIAB Jinarakkhita
11.26 – 11.29 (3 menit) Foto Bersama LPTIK
11.29 – 11.32 (3 menit) Penutup MC
11.32 – Selesai Ramah Tamah dan Makan Siang Bersama Tamu Undangan dan Pimpinan

 

 

Peserta

    Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Lampung, yang berjumlah 171 mahasiswa yang terbagi dari Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha sebanyak 53 mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha sebanyak  64 mahasiswa, dan Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha sebanyak 54 mahasiswa.

 

Penyelenggara

Penyelenggara kegiatan kuliah umum ini adalah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Lampung.

 

Metode dalam Kuliah Umum

     Agar kegiatan kuliah umum dengan tema “Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran” tidak hanya berfungsi sebagai sarana perluasan wawasan dan pemahaman konseptual bagi peserta, tetapi juga mampu membentuk pola pikir serta perilaku keuangan yang sadar, bijak, dan berkelanjutan, maka kegiatan ini dirancang secara sistematis, partisipatif, dan aplikatif.

     Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pembekalan yang komprehensif kepada peserta, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat, dalam memahami pentingnya kesadaran dalam pengelolaan keuangan. Mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memahami aspek teknis seperti perencanaan dan pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu mengenali hubungan emosional dan psikologis terhadap uang.

     Melalui pendekatan yang integratif, peserta diajak untuk menginternalisasi konsep mindful money, yang mencakup kesadaran dalam pengeluaran, pengendalian perilaku konsumtif, serta pengambilan keputusan finansial yang selaras dengan nilai dan tujuan hidup. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, serta dampak jangka panjang dari setiap keputusan keuangan.

     Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyampaian materi oleh narasumber, diskusi interaktif, studi kasus, serta refleksi diri, sehingga peserta dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

     Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis peserta terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi modern. Dengan demikian, kegiatan kuliah umum ini disusun secara terarah dan interaktif, sehingga mampu mendorong terbentuknya individu yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan secara bijak.

Sesi Kuliah Umum

Tema: Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran

Sambutan:

Dr. Burmansah, M.Pd (Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung)

Pemateri:

Tio Subandi

Moderator:

Dr. Hendri Ardianto, M.Pd., M.M

 

Gambaran Kegiatan Kuliah Umum STIAB Jinarakkhita Lampung

     Merupakan kegiatan akademik berupa kuliah umum yang diselenggarakan oleh STAB Jinarakkhita Lampung sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema “Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran” yang berfokus pada penguatan pemahaman, kesadaran, serta keterampilan mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak, sadar, dan berkelanjutan.

     Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai pentingnya kesadaran dalam pengelolaan keuangan, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi muda yang diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memahami konsep mindful money, yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, pengendalian diri dalam konsumsi, serta pengambilan keputusan keuangan yang selaras dengan nilai dan tujuan hidup.

     Dalam konteks perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat, kesadaran dalam mengelola keuangan menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan kecakapan hidup, termasuk dalam pengelolaan keuangan pribadi. Melalui kuliah umum ini, diharapkan tercipta ruang dialog ilmiah yang konstruktif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam membangun perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

     Kegiatan ini melibatkan narasumber dari kalangan praktisi keuangan maupun akademisi yang memiliki kompetensi di bidang literasi dan perencanaan keuangan. Kehadiran narasumber diharapkan mampu memberikan perspektif yang aplikatif dan kontekstual kepada peserta. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis terkait penerapan konsep mindful money dalam kehidupan sehari-hari.

     Peserta kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika STAB Jinarakkhita Lampung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih sadar, bijak, dan berkelanjutan, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Peran Narasumber

     Narasumber akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi sesuai dengan tema yang telah ditetapkan secara sistematis, komprehensif, dan berbasis pada perspektif praktis serta perkembangan terkini dalam bidang keuangan, dalam kerangka “Mindful Money: Seni Mengelola Keuangan dengan Kesadaran”, yang meliputi:

  1. Konsep dasar dan urgensi literasi keuangan dalam membentuk kemandirian finansial dan perilaku ekonomi yang rasional di kalangan generasi muda.
  2. Peran literasi keuangan dalam kehidupan mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, serta pengambilan keputusan ekonomi yang bijak dan bertanggung jawab.
  3. Strategi pengelolaan keuangan yang efektif dan aplikatif, termasuk pengaturan anggaran, kebiasaan menabung, serta pengenalan dasar investasi di era digital.
  4. Pemanfaatan produk dan layanan perbankan secara optimal, serta pemahaman terhadap risiko keuangan guna menghindari praktik keuangan yang merugikan.
  5. Tantangan dan peluang dalam membangun kemandirian finansial di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan (financial technology). Durasi pemaparan materi: 30 menit
  6. Narasumber diperkenankan menggunakan media presentasi sebagai sarana pendukung penyampaian materi.

Peran Moderator

     Moderator bertugas memfasilitasi jalannya kegiatan kuliah umum agar berlangsung secara tertib, interaktif, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, moderator berperan sebagai penghubung antara narasumber dan peserta, serta memastikan alur diskusi berjalan secara sistematis dan efektif.

Adapun peran moderator dalam kegiatan ini meliputi:

  1. Membuka dan memandu jalannya acara secara sistematis sesuai dengan susunan kegiatan yang telah ditetapkan.
  2. Memperkenalkan narasumber secara singkat dan informatif guna memberikan gambaran mengenai kompetensi dan latar belakang pemateri.
  3. Mengelola waktu pelaksanaan kegiatan, termasuk sesi pemaparan materi dan diskusi, agar berjalan efektif dan efisien.
  4. Memfasilitasi sesi tanya jawab dengan mendorong partisipasi aktif peserta serta memastikan pertanyaan yang diajukan relevan dengan tema kegiatan.
  5. Menjaga suasana diskusi yang kondusif dan komunikatif, sehingga terjadi interaksi yang konstruktif antara narasumber dan peserta.
  6. Menyimpulkan hasil diskusi secara ringkas dan sistematis sebagai penutup sesi, guna memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan:

  1. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta
  2. Sesi tanya jawab secara langsung
  3. Pertukaran ide dan pengalaman antar peserta
  4. Durasi sesi: 20 menit.

Ketentuan Pelaksanaan

  1. Kegiatan dilaksanakan secara luring
  2. Peserta mengikuti kegiatan dengan memperhatikan etika akademik
  3. Narasumber dan moderator menggunakan bahasa formal (Bahasa Indonesia)
  4. Seminar bersifat interaktif dan partisipatif.

Penutup

Pada akhir kegiatan, moderator akan menyampaikan:

  1. Ringkasan hasil seminar
  2. Poin-poin penting yang dapat diimplementasikan
  3. Harapan terhadap pengembangan kolaborasi dan tindak lanjut kegiatan.

Penutup

     Demikianlah Term Of Reference tentang kegiatan Kuliah Umum ini dibuat sebagai acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.