WORKSHOP PENGEMBANGAN SDM
DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Nama Kegiatan
Pengembangan Kompetensi Dosen dan Tendik “Strategic Masterclass: Prodi Catalyst 2026”. dengan tema “Transformasi Kolektif Kaprodi, Dosen, dan Tendik dalam Membangun Ekosistem Kerja Berkinerja Tinggi”
Latar Belakang
Perubahan lanskap pendidikan tinggi saat ini menuntut Program Studi (Prodi) untuk tidak hanya unggul dalam kualitas akademik, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kinerja tinggi. Persaingan antarperguruan tinggi, tuntutan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), peningkatan mutu akreditasi, percepatan publikasi ilmiah, penguatan kerja sama industri, serta kebutuhan menghasilkan lulusan yang relevan dengan dunia kerja menjadi tantangan nyata yang harus dijawab secara kolektif oleh seluruh unsur di lingkungan Prodi. Perguruan tinggi dituntut mampu membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global dan transformasi digital melalui penguatan tata kelola dan inovasi berkelanjutan (Alenezi & Alanazi, 2024).
Keberhasilan sebuah Prodi tidak lagi dapat bertumpu hanya pada kapasitas individu tertentu, melainkan pada kekuatan sistem kerja yang terintegrasi antara Kaprodi sebagai pengarah strategis, dosen sebagai motor penggerak akademik dan inovasi, serta tenaga kependidikan (tendik) sebagai pendukung operasional yang memastikan seluruh proses berjalan efektif dan berkelanjutan. Ketiga unsur tersebut memiliki posisi yang saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan mampu bergerak secara cepat menghadapi dinamika perubahan. Kolaborasi antar unsur akademik dan administratif menjadi faktor penting dalam menciptakan organisasi pendidikan tinggi yang agile dan berdaya saing tinggi (Sadiq et al., 2023).
Dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai tantangan internal di tingkat Prodi, seperti kurang optimalnya koordinasi lintas peran, budaya kerja yang masih sektoral, lemahnya komunikasi strategis, ketidaksinkronan antara target institusi dengan pelaksanaan teknis, hingga belum terbangunnya kesadaran kolektif bahwa keberhasilan Prodi merupakan tanggung jawab bersama. Di sisi lain, transformasi digital, perubahan regulasi pendidikan tinggi, serta meningkatnya ekspektasi stakeholder menuntut seluruh sivitas akademika untuk memiliki pola pikir kolaboratif dan kemampuan adaptasi yang tinggi (Barko et al., 2022). Transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan tinggi memerlukan kepemimpinan yang kuat, komunikasi efektif, serta orientasi pada kualitas dan keberlanjutan organisasi (Wan et al., 2023).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Prodi tidak cukup dilakukan melalui pendekatan administratif semata, tetapi membutuhkan transformasi budaya kerja yang menyentuh cara berpikir, cara berkomunikasi, dan cara bekerja seluruh elemen di dalamnya. Prodi memerlukan figur-figur penggerak yang mampu menjadi katalis perubahan, membangun sinergi, memperkuat kepemimpinan kolektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung dalam mencapai target institusi. Pengembangan organisasi modern menekankan pentingnya sinergi lintas peran untuk menghadapi tantangan perubahan regulasi, digitalisasi, dan ekspektasi stakeholder yang terus meningkat (Estevez-Mendoza & Infante, 2025).
Untuk mencapai standar “High-Performance Unit”, diperlukan pemahaman mendalam mengenai ekosistem akademik modern. Prodi tidak hanya dituntut untuk menjalankan fungsi pendidikan secara administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan tata kelola yang agile, inovatif, dan berbasis kolaborasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas seluruh unsur pengelola Prodi agar memiliki visi yang sama dalam membangun budaya kerja unggul. Workshop ini hadir untuk membedah peran strategis masing-masing lini guna mempercepat capaian IKU, akreditasi, dan akselerasi karier individu, sehingga setiap elemen dalam Prodi mampu bergerak secara sinergis menuju target institusi yang lebih besar. Penguatan budaya kerja kolaboratif dalam pendidikan tinggi penting untuk mendukung peningkatan kualitas organisasi akademik dan pencapaian kinerja institusi (Lim et al., 2022).
Melalui workshop bertajuk “Prodi Catalyst: Transformasi Kolektif Kaprodi, Dosen, dan Tendik dalam Membangun Ekosistem Kerja Berkinerja Tinggi”, diharapkan tercipta ruang refleksi, penyamaan persepsi, dan penguatan kapasitas bersama bagi seluruh unsur pengelola Prodi. Workshop ini dirancang untuk membangun pemahaman bahwa Prodi yang unggul lahir dari kolaborasi yang sehat antara kepemimpinan akademik, kualitas pengajaran, tata kelola administrasi, serta budaya kerja yang berorientasi pada solusi dan hasil.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kaprodi, dosen, dan tendik dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern. Dengan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kerja tim, komunikasi efektif, inovasi berkelanjutan, dan orientasi pada mutu, diharapkan setiap individu mampu memahami kontribusi strategisnya dalam mendukung percepatan capaian Prodi.
Workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Toto Winata, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pengembangan organisasi akademik, transformasi budaya kerja, serta penguatan ekosistem pendidikan tinggi berbasis kinerja. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan wawasan strategis, inspirasi, dan praktik-praktik terbaik dalam membangun Prodi sebagai unit akademik yang agile, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai pengembangan organisasi Prodi, tetapi juga diajak untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan produktif. Dengan demikian, workshop ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi kolektif menuju Prodi yang lebih unggul, profesional, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan akademik yang berdampak bagi institusi maupun masyarakat luas.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan Strategic Masterclass: Prodi Catalyst 2026 ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:
- Memberikan pemahaman strategis kepada Kaprodi mengenai tata kelola program studi berbasis kinerja dan pencapaian akreditasi unggul.
- Membantu dosen memahami roadmap pengembangan karier akademik dan penguatan distingsi keilmuan.
- Meningkatkan efektivitas peran tenaga kependidikan dalam mendukung produktivitas tridarma perguruan tinggi.
- Membangun sinergi kerja antara Kaprodi, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menciptakan budaya kerja yang agile dan kolaboratif.
- Mengidentifikasi hambatan utama dalam tata kelola program studi dan mencari solusi implementatif.
- Mendukung percepatan pencapaian IKU dan peningkatan mutu program studi.
- Mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang produktif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Manfaat Kegiatan
Bagi Ketua Program Studi (Kaprodi)
- Memperoleh strategi pengelolaan program studi berbasis target dan kinerja.
- Memahami pendekatan efektif dalam menyusun rencana kerja prodi.
- Meningkatkan kemampuan leadership dan pengambilan keputusan strategis.
Bagi Dosen
- Memahami strategi percepatan jabatan fungsional akademik.
- Memperoleh wawasan tentang penguatan riset dan distingsi keilmuan.
- Meningkatkan kontribusi terhadap reputasi dan produktivitas program studi.
Bagi Tenaga Kependidikan
- Meningkatkan kualitas layanan administrasi akademik.
- Memahami pentingnya manajemen data dan pelayanan berbasis service excellence.
- Mendukung efektivitas kerja tridarma melalui administrasi yang agile dan responsif.
Bagi Institusi
- Mendukung penguatan tata kelola perguruan tinggi.
- Mendukung pencapaian akreditasi dan indikator kinerja institusi.
- Membangun budaya kerja profesional dan kolaboratif.
Jadwal dan Tempat Pelaksanaan
| Hari | : | Selasa |
| Tanggal | : | 12 Mei 2026 |
| Waktu | : | 14.00 s.d 16.00 WIB |
| Tempat | : | Ruang Multifungsi – STIAB Jinarakkhita Lampung |
| Narasumber | : | Prof. Toto Winata, P.hD (Institut Teknologi Bandung) |
| Tema | : | Strategic Masterclass: Prodi Catalyst 2026: Transformasi Kolektif Kaprodi, Dosen, dan Tendik dalam Membangun Ekosistem Kerja Berkinerja Tinggi |
SUSUNAN ACARA KEGIATAN WORKSHOP PENGEMBANGAN SDM
DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA BUDDHA JINARAKKHITA
| Waktu (wib) | Durasi | Sesi | Pelaksanaan |
| 13.45-13.59 | 15′ | Persiapan | Panitia |
| 14.00-14.02 | 2’ | Pembukaan | MC: Rina Manggalani, S.Pd., M.I.Kom |
| 14.03-14.06 | 3’ | Doa | Dr. Juni Suryanadi, M.Pd., M.M. |
| 14.07-14.12 | 5′ | Sambutan Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung | Dr. Burmansah, M.Pd. |
| 14.13-14.48 | 35′ | Materi Sesi I:
The Ecosystem |
Prof. Toto Winata, Ph.D
Membedah anatomi Prodi masa depan; Mengapa sinergi Kaprodi, dosen, tendik sering macet dan bagaimana solusinya. |
| 14.49-15.24 | 35′ | Materi Sesi II: Role Strategy | Bedah peran: Kaprodi (Leadership), Dosen (Innovation/Research), Tendik (Agile Support). Strategi kolaborasi agar prodi PKB, IKB, & BMB unggul. |
| 15.25-15.50 | 25′ | Diskusi dan Tanya Jawab | MC & Peserta |
| 15.51-15.54 | 3 | Penyerahan Sertifikat & Plakat | Narasumber dan Pimpinan STIAB Jinarakkhita |
| 15.55-16.00 | 5′ | Sesi Foto dan Penutup. | LPTIK dan MC |
Peserta
Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh dosen dan tendik dari tiga program studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Ilmu Komunikasi Buddha, dan Bisnis dan Manajemen Buddha Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Lampung dengan jumlah 29 (dua puluh sembilan)
Penyelenggara
Penyelenggara kegiatan kuliah umum ini adalah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Lampung.
Metode Dalam Kuliah umum
| No | Kegiatan | Keterangan |
| 1 | Doa | Dr. Juni Suryanadi, M.Pd., M.M. |
| 2 | Sambutan | Dr. Burmansah. M.Pd. (Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung) |
| 4 | Penyampaian Materi | Prof. Totok Winata Pemaparan strategi tata kelola prodi, pengembangan dosen, dan optimalisasi layanan tendik oleh narasumber. |
| 5 | Diskusi Interaktif/
Tanya Jawab |
Diskusi bersama dosen dan tendik terkait tantangan dan solusi dalam pengelolaan program studi.
Sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. |
Peran Narasumber
Narasumber menyampaikan materi utama terkait tata kelola program studi berbasis kinerja, strategi kolaborasi akademik dan administratif, penguatan budaya kerja unggul, Strategi percepatan karier akademik dosen, Optimalisasi layanan tenaga kependidikan.
Sesi Diskusi dan Tanya Jawab
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan:
- Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta
- Sesi tanya jawab secara langsung
- Pertukaran ide dan pengalaman antar peserta
- Durasi sesi: ± 30–45 menit.
Ketentuan Pelaksanaan
- Kegiatan dilaksanakan secara luring
- Peserta mengikuti kegiatan dengan memperhatikan etika akademik
- Narasumber dan moderator menggunakan bahasa formal (Bahasa Indonesia/Inggris)
- Seminar bersifat interaktif dan partisipatif.
Pada akhir kegiatan, moderator akan menyampaikan:
- Ringkasan hasil seminar
- Poin-poin penting yang dapat diimplementasikan
- Harapan terhadap pengembangan kolaborasi dan tindak lanjut kegiatan.
Penutup
Demikianlah Term Of Reference tentang Pengembangan Kompetensi Dosen dan Tendik : “Transformasi Kolektif Kaprodi, Dosen, dan Tendik dalam Membangun Ekosistem Kerja Berkinerja Tinggi”
Referensi
Alenezi, M., & Alanazi, F. (2024). Integrating environmental social and governance values into higher education curriculum. International Journal of Evaluation and Research in Education, 13(5). https://doi.org/10.11591/ijere.v13i5.29440
Barko, T., Cremers, M., & Renneboog, L. (2022). Shareholder Engagement on Environmental, Social, and Governance Performance. Journal of Business Ethics, 180(2). https://doi.org/10.1007/s10551-021-04850-z
Estevez-Mendoza, C., & Infante, J. (2025). Evolution and relevance of research on Environmental, Social, and Governance factors. Corporate Social Responsibility and Environmental Management, 32(2). https://doi.org/10.1002/csr.3030
Lim, W. M., Ciasullo, M. V, Douglas, A., & Kumar, S. (2022). Environmental social governance (ESG) and total quality management (TQM): a multi-study meta-systematic review. Total Quality Management and Business Excellence. https://doi.org/10.1080/14783363.2022.2048952
Sadiq, M., Ngo, T. Q., Pantamee, A. A., & Khudoykulov, K. (2023). The role of environmental social and governance in achieving sustainable development goals: evidence from ASEAN countries. Economic Research-Ekonomska Istrazivanja, 36(1). https://doi.org/10.1080/1331677X.2022.2072357
Wan, G., Dawod, A. Y., Chanaim, S., & Ramasamy, S. S. (2023). Hotspots and trends of environmental, social and governance (ESG) research: a bibliometric analysis. Data Science and Management, 6(2). https://doi.org/10.1016/j.dsm.2023.03.001