June 13, 2026
WhatsApp Image 2026-06-09 at 15.34.18

Focus Group Discussion (FGD)

Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan

 

Latar Belakang

    Organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu elemen penting dalam sistem pendidikan tinggi yang berfungsi sebagai sarana pengembangan karakter, kepemimpinan, keterampilan sosial, dan kemampuan manajerial mahasiswa. Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk mahasiswa yang adaptif, kritis, komunikatif, serta memiliki kemampuan dalam mengelola organisasi dan bekerja sama di tengah masyarakat (Legowo et al., 2024). Dalam konteks tersebut, organisasi kemahasiswaan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai kompetensi yang diperoleh selama proses perkuliahan (Pertiwi et al., 2021).

     Di era transformasi pendidikan dan perkembangan teknologi informasi saat ini, organisasi kemahasiswaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan pola komunikasi, meningkatnya penggunaan media digital, serta perubahan karakter generasi mahasiswa menuntut organisasi kemahasiswaan untuk mampu beradaptasi secara cepat dan inovatif (Syarifuddin et al., 2024). Organisasi mahasiswa tidak lagi cukup hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi dituntut untuk mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah sosial maupun akademik (Simanjuntak, 2022).

     Namun, pada kenyataannya masih banyak organisasi kemahasiswaan yang menghadapi berbagai permasalahan dalam tata kelola organisasi (Miran et al., 2024). Selain itu, tidak sedikit organisasi mahasiswa yang mengalami stagnasi program kerja akibat kurangnya pemahaman mengenai perencanaan kegiatan, pengelolaan sumber daya manusia organisasi, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi antarlembaga (Prayoga et al., 2023).

     Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan organisasi kemahasiswaan masih memerlukan penguatan secara berkelanjutan (Anggraeni et al., 2019). Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lingkungan perguruan tinggi, salah satu tantangan utama organisasi mahasiswa saat ini adalah rendahnya kemampuan dalam membangun sistem organisasi yang profesional dan berkelanjutan. Banyak organisasi mahasiswa berjalan hanya berdasarkan kebiasaan dari kepengurusan sebelumnya tanpa adanya pengembangan sistem yang lebih baik (Riyandi et al., 2024). Akibatnya, program kerja yang dilaksanakan sering kali kurang efektif, tidak memiliki evaluasi yang jelas, dan sulit mencapai tujuan organisasi secara maksimal (Abdillah et al., 2023).

     Selain itu, perkembangan era digital juga memberikan tantangan baru dalam pengelolaan organisasi mahasiswa (Yuliyaningsih & Aliyyah, 2024). Kemajuan teknologi memang membuka peluang besar dalam membangun komunikasi dan publikasi kegiatan organisasi, namun di sisi lain juga memunculkan kecenderungan menurunnya interaksi langsung antaranggota organisasi (Maulidi et al., 2025). Sebagian mahasiswa lebih aktif dalam aktivitas digital dibandingkan keterlibatan langsung dalam organisasi kampus (Wibawa et al., 2021). Kondisi ini menyebabkan rendahnya loyalitas organisasi, kurangnya rasa tanggung jawab kolektif, serta lemahnya budaya kerja sama dalam kepengurusan mahasiswa.

     Urgensi penguatan pengelolaan organisasi kemahasiswaan semakin penting ketika melihat peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), agen kontrol sosial (social control), dan generasi penerus bangsa (Liklikwatil et al., 2025). Mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial melalui gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Untuk mencapai peran tersebut, mahasiswa memerlukan pengalaman organisasi yang baik agar mampu membangun kepemimpinan, kemampuan komunikasi, keterampilan problem solving, serta kemampuan bekerja dalam tim (Purnami et al., 2017).

     Dalam berbagai penelitian mengenai organisasi mahasiswa, ditemukan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam organisasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan soft skills, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Akan tetapi, penelitian-penelitian tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan antara tingginya minat mahasiswa terhadap organisasi dengan kemampuan pengelolaan organisasi yang masih rendah (Sholihin & Ariyani, 2023). Banyak mahasiswa memiliki semangat mengikuti organisasi, namun belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai tata kelola organisasi yang efektif dan profesional.

     Gap lainnya terlihat dari minimnya ruang kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan lintas perguruan tinggi (FITRIA et al., 2024). Selama ini, sebagian besar organisasi mahasiswa masih berjalan secara internal dan belum optimal dalam membangun jejaring kerja sama dengan organisasi mahasiswa dari kampus lain (Mahiza & Nurhidayati, 2025). Padahal, kolaborasi lintas perguruan tinggi sangat penting untuk memperluas wawasan organisasi, berbagi pengalaman pengelolaan organisasi, serta membangun budaya akademik yang lebih inklusif dan kolaboratif (Kurniawan & La Kahija, 2023). Kurangnya forum diskusi dan sharing session antarorganisasi mahasiswa menyebabkan banyak organisasi berjalan tanpa referensi praktik baik dari organisasi lain yang lebih berkembang.

     Selain itu, organisasi mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam membangun budaya organisasi yang adaptif dan berintegritas (Paningrum et al., 2025). Tidak sedikit organisasi mahasiswa yang masih mengalami konflik internal akibat lemahnya komunikasi organisasi dan kurangnya pemahaman mengenai etika kepemimpinan (Muharsih et al., 2024). Kondisi tersebut dapat menghambat efektivitas program kerja serta menurunkan semangat anggota organisasi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya penguatan kapasitas organisasi mahasiswa melalui kegiatan edukatif yang mampu memberikan pemahaman mengenai pengelolaan organisasi secara sistematis dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia mahasiswa.

     Kegiatan “Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIAB Jinarakkhita Lampung bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi, pembelajaran, dan pertukaran pengalaman mengenai tata kelola organisasi mahasiswa yang efektif, adaptif, dan kolaboratif.

     Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi organisasi, administrasi kelembagaan, serta strategi membangun organisasi mahasiswa yang aktif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kelembagaan antarmahasiswa lintas perguruan tinggi sehingga tercipta jejaring kolaborasi yang positif dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan.

     Kehadiran narasumber dari pengurus organisasi mahasiswa aktif juga menjadi nilai penting dalam kegiatan ini. Pengalaman praktis yang dimiliki narasumber diharapkan mampu memberikan wawasan nyata mengenai dinamika pengelolaan organisasi mahasiswa, tantangan yang dihadapi dalam kepengurusan, serta strategi dalam membangun organisasi yang produktif dan berdaya saing. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman empiris yang relevan dengan kondisi organisasi mahasiswa saat ini.

     Di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki nilai strategis dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang lebih profesional dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Organisasi mahasiswa yang dikelola dengan baik akan mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan bekerja sama secara efektif. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan.

     Melalui kegiatan ini pula, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar pelengkap aktivitas kampus, melainkan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa. Organisasi mahasiswa harus mampu menjadi ruang belajar yang sehat, inklusif, dan produktif bagi seluruh anggotanya. Oleh karena itu, penguatan kapasitas organisasi mahasiswa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan diskusi, pelatihan, seminar, maupun kolaborasi lintas organisasi.

     Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan “Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan” menjadi sangat relevan dan penting untuk dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengelola organisasi secara profesional, memperkuat jejaring kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan, serta membangun organisasi mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berintegritas di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Nama Kegiatan

     Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan bersama BEM STIAB Jinarakkhita Lampung dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.

 

Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan organisasi kemahasiswaan.
  2. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial mahasiswa.
  3. Membangun kolaborasi antarorganisasi mahasiswa lintas perguruan tinggi.
  4. Menumbuhkan semangat organisasi yang aktif, profesional, dan bertanggung jawab.
  5. Menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan.

Bentuk Kegiatan

     Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) antara BEM STIAB Jinarakkhita Lampung dan BEM Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta sebagai forum diskusi, sharing pengalaman organisasi, serta penguatan kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan. FGD dilaksanakan secara interaktif dengan beberapa pembahasan utama, yaitu:

  1. Pemaparan visi dan misi organisasi kemahasiswaan masing-masing lembaga.
  2. Diskusi mengenai program kerja unggulan dan arah pengembangan organisasi ke depan.
  3. Pembahasan strategi pengelolaan organisasi kemahasiswaan yang efektif, adaptif, dan kolaboratif.
  4. Sharing pengalaman terkait sistem kepemimpinan, regenerasi organisasi, dan manajemen program kerja.
  5. Diskusi mengenai pengelolaan media sosial organisasi sebagai sarana branding, publikasi, dan komunikasi informasi kemahasiswaan.
  6. Penyusunan rencana tindak lanjut dan peluang kolaborasi kegiatan antarorganisasi mahasiswa.

     Melalui kegiatan FGD ini diharapkan tercipta pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan sehingga mampu meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa yang aktif, inovatif, dan berintegritas.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal         : Sabtu, 13 Juni 2026

Waktu                    : 13.00 WIB s.d. selesai

Tempat                  : Ruang 206 Multifungsi

Rundown Kegiatan

SUSUNAN ACARA

Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan

Bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

 

Sabtu, 13 Juni 2026

Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
13.00 – 13.15 Registrasi Peserta Panitia
13.15 – 13.20 Pembukaan oleh MC MC
13.20 – 13.25 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Seluruh Peserta
13.25 – 13.35 Sambutan Ketua BEM STIAB Jinarakkhita Lampung Ketua BEM
13.35 – 13.45 Sambutan Ketua HIMA UIN Raden Mas Said Surakarta Ketua BEM
13.45 – 14.00 Pemaparan Profil dan Struktur Organisasi BEM Perwakilan BEM
14.00 – 14.40 FGD Sesi I: Strategi Pengembangan Organisasi Mahasiswa Moderator
14.40 – 15.10 FGD Sesi II: Manajemen Program Kerja, Kepemimpinan, dan Regenerasi Organisasi Moderator
15.10 – 15.25 Coffee Break Panitia
15.25 – 15.50 FGD Sesi III: Penguatan Branding Organisasi dan Media Sosial BEM Moderator
15.50 – 16.10 Sharing Best Practice Pengelolaan BEM dan Organisasi Kemahasiswaan Perwakilan BEM UIN Raden Mas Said
16.10 – 16.25 Penyusunan Program Kolaborasi dan Tindak Lanjut Seluruh Peserta
16.25 – 16.30 Penutup dan Dokumentasi Bersama Panitia

Penyelenggara

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIAB Jinarakkhita Lampung
  2. Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Penutup

     Demikian Term of Reference (TOR) kegiatan ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan “Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan”. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas organisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta membangun organisasi kemahasiswaan yang lebih aktif, profesional, dan berintegritas. Atas perhatian dan kerja sama semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Referensi

Abdillah, T., H. Dai, R., Yunarti, S., & Hadju, R. R. (2023). Perancangan Sistem Informasi Penguatan Kapasitas Mahasiswa, Alumni dan Organisasi Kemahasiswaan Menggunakan Framework Laravel. Digital Transformation Technology, 3(2). https://doi.org/10.47709/digitech.v3i2.2797

Anggraeni, L., Darmawan, C., & Tanshzil, S. W. (2019). Revitalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Menangani Gerak Radikalisme dan Fenomena Melemahnya Bela Negara di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1). https://doi.org/10.12928/citizenship.v2i1.15957

Fitria, N., Chairy, A., & Fajriyati Nahdiyah, A. C. (2024). Mengurai Kompleksitas Budaya Organisasi dalam Konteks Manajemen Pendidikan pada Lembaga Pendidikan Tinggi. Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM), 1(4). https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.257

Kurniawan, B. A., & La Kahija, Y. F. (2023). Pengalaman Menjadi Presiden Mahasiswa Studi Kualitatif Fenomenologi pada Presiden Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Tengah. Jurnal Empati, 13(1). https://doi.org/10.14710/empati.2024.27708

Legowo, S. A., Faturrahman, M. I., Fazli, R., Lenta, F. F., Widiana, D., Agustina, E., Aidila, S., & Sanusi, S. (2024). Meningkatkan Kepedulian Mahasiswa terhadap Cara Berfikir dan Berkerja Sama dengan Pendekatan Multidisiplin. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(2). https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i2.2997

Liklikwatil, N., Payapo, N., Latuconsina, N. A., Wiguna, P. K., Imea, P. P., Imlabla, G., & Tahapary, C. (2025). Pengelolaan Konflik dan Komunikasi Efektif dalam Organisasi Bagi Mahasiswa Kesehatan. Idea Pengabdian Masyarakat, 5(02). https://doi.org/10.53690/ipm.v5i02.379

Mahiza, R. S. H., & Nurhidayati, A. (2025). Pengaruh Lingkungan Kampus, Disiplin Belajar, Keaktifan Berorganisasi terhadap Prestasi Belajar Akademik Mahasiswa. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.54371/jiip.v8i1.6415

Maulidi, T., Mutamassikin, M., & Susanti, T. (2025). Perancangan Sistem Informasi Berbasis Website Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Informasi (JUKTISI), 4(2). https://doi.org/10.62712/juktisi.v4i2.557

Miran, I., Chandra, S., Suyono, S., Kudri, W. M., Hocky, A., Estu, A. Z., Hadi, S., & Novitriansyah, B. (2024). Peningkatan Kapasitas Pengurus Organisasi: Menguatkan Sinergi, Menyalakan Inovasi dan Menggapai Prestasi. Judikat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.35145/judikat.v4i2.4873

Muharsih, L., Sutan Prayogo Lubis, M., Halim Hasan Binjai, A., Kunci, K., Kampus, O., Mahasiswa, K., Waktu, P., & Keterampilan, P. (2024). Manfaat dan Tantangan Organisasi: Pengaruhnya pada Perjalanan Perkuliahan. JELIM : Journal of Education, Language, Social and Management, 2(1).

Paningrum, D., Kartinawati, E., Anwariningsih, S. H., & Cahaya, A. M. (2025). Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Ormawa Usahid Surakarta melalui Penyusunan Proposal dan Laporan Keuangan. Syntax Idea, 7(3). https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i3.12692

Pertiwi, A. D., Septian, R. N., Ashifa, R., & Prihantini, P. (2021). Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Membangun Karakter: Urgensi Organisasi Kemahasiswaan pada Generasi Digital. Aulad: Journal on Early Childhood, 4(3). https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.202

Prayoga, R., Suherman, E., & Apriani, Z. (2023). Pengaruh Knowledge Sharing terhadap Perilaku Inovatif pada Pengurus Organisasi Mahasiswa (Studi pada Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBP Karawang Periode 2022-2023). Journal on Education, 5(3). https://doi.org/10.31004/joe.v5i3.1861

Purnami, G. A. K. M., Sulindawati, N. L. G. E., & Marvilianti, P. E. (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Yowana Brahma Vidya Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 8(2).

Riyandi, M., Salim, A., & Qomario, Q. (2024). Efektivitas Program AI dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa di Orbit Future Academy. Journal of Education Research, 5(2). https://doi.org/10.37985/jer.v5i2.1101

Sholihin, I., & Ariyani, F. (2023). Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Anggota Baru Berbasis Web Pada UKMI Ar-Rahman Universitas Teknokrat Indonesia. Jurnal Data Mining dan Sistem Informasi, 4(1). https://doi.org/10.33365/jdmsi.v4i1.2618

Simanjuntak, M. M. (2022). Meningkatkan Kemampuan Metode Berpikir Mahasiswa melalui Kegiatan Seminar Masa Bimbingan. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.31004/cdj.v3i1.3630

Syarifuddin, S., Ilham, I., Anhar, A. S., Abdussahid, A., Umar, U., Ramadhan, S., & Kaharudin, K. (2024). Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar Digital melalui Kegiatan Workshop pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.53299/bajpm.v4i2.386

Wibawa, D. S., Agustian, M., & Warmiyati, M. T. (2021). Pendidikan Anti Korupsi sebagai Tindakan Preventif Perilaku Koruptif. Muqoddima Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi, 2(1). https://doi.org/10.47776/mjprs.002.01.01

Yuliyaningsih, P., & Aliyyah, R. R. (2024). Manajemen Keuangan: Persepsi Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam. Karimah Tauhid, 3(2). https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i2.12011